Selasa, 25 Februari 2014

PROGRAM TINDAKAN KELAS

PROGRAM REMIDIAL IQRO’ INTRAKURIKULER
Pada tahun pelajaran 2012/2013 saya menjabat sebagai wali kelas 3B.Saat penerimaan hasil UAS semester 1 masih banyak anak – anak yang kemampuan membaca iqro’nya belum sesuai target. Bahkan hampir 1 kelas dengan jumlah anak 28 ada   15 anak yang belum memenuhi target. Adapun target di semester 1 yaitu iqro’ 5 dan di semester 2 iqro’6.
Berikut data anak – anak di kelas 3B
No
Nama
IQRO’
Halaman
1
Adam Dzaki P
5
90
2
Aditya Dwi A
4
69
3
Aji Bayu S
2
52
4
Anggit Wahyu S
5
105
5
Annisa' Yasfa AZ
3
66
6
Ardiyansah EBS
5
98
7
Ariadne Hanifa M
4
78
8
Arief Budi P
5
95
9
Audrey Reza FP
5
95
10
Aurellia Clarinta
4
72
11
Bintang Nabila P
4
85
12
Cahya Salsabilla
2
46
13
Danis Stiana A
4
69
14
Devinta Aristia K
3
66
15
Faramadina B.
3
58
16
Farid Nur R
5
89
17
Hafid Wicaksono
6
112
18
Isnan Hammam Z
5
87
19
Jaya Ridia
3
58
20
M. Arifin Adzikri
5
87
21
M. Fauzan N
5
90
22
Mutia Galuh D
5
104
23
Nadya Challista P
4
82
24
Nury Salsabila F
5
88
25
Rifqy Ali A
4
86
26
Salim Zaki Aflah
5
89
27
Sendi Isnu S
4
85
28
Umi Latifah YS.
4
78
Anak – anak yang diberi blok merah adalah anak – anak yang kemampuan membaca iqro’nya masih belum sesuai target, sedangkan yang lainnya sudah mencapai target di semester 1. Dan nantinya di semester 2 juga diharapkan bisa mencapai target yaitu iqro’ 6.
Sebagai wali kelas dan juga sebagai guru al Qur’an di klas 3 saya merasa prihatin dan berputar otak bagaimana caranya anak yang blum tuntas  iqro’nya dan juga memikirkan supaya yang sudah tuntas diharapkan di semester 2 juga bisa memenuhi target yaitu iqro’ 6. Akhirnya saya memutuskan untuk mengadakan remidial iqo’ namun masih di dalam jam pelajaran (intrakurikuler).
Remidial iqro’ yang saya adakan bersifat intrakurikuler alias masih di dalam pelajaran. Untuk memudahkan, saya membagi anak – anak yang Remidial iqro’ kedalam 3 kelompok dengan asumsi akan saya adakan dalam 3 waktu yaitu waktu opening, istirahat dan klosing. Karena waktunya yang sangat mepet sekitar 15 - 30 menit dan tidak sebanding dengan jumlah anak yang remidi, maka saya bagi 2 dengan bantuan guru pendamping saya yaitu us ismi. Adapun pembagian kelompoknya sbb:
No.
WAKTU
UST. NOVINUR
UST. ISMI
1.
OPENING
Aji, salsa, yasfa, elok
adit, aria, ifah, ardiyan
2.
ISTIRAHAT
jaya, devin, nadya, aurell
arief, audrey, farid
3.
CLOSING
Danis, rifqi, sendi, nabila
hammam, dzikri, nuri , adam dzaki

Program tersebut saya mulai kira - kira bulan  Februari 2013. Dan alhamdulillah di  UTS   2 Semester 2  sudah menunjukkan hasil memuaskan. Adapun perkembangan tersebut bisa dilihat dari tabel berikut :

  Awwal smt 2(jan’14)              Tengah smt 2                         Akhir smt 2
           sebelum                             (maret’14)                             (Juni’14)
     program remidial                        Setelah ada program remidial
No
Nama
IQRO’
Hal.
IQRO’
Hal.
IQRO’
Hal.
1
Adam Dzaki P
5
90
5
100
6
110
2
Aditya Dwi A
4
69
5
100
6
108
3
Aji Bayu S
2
52
5
96
6
107
4
Anggit Wahyu S
5
105
6
109
6
120
5
Annisa' Yasfa
3
66
6
109
AQ
Al baqarah
6
Ardiyansah EBS
5
98
6
120
AQ
Al baqarah
7
Ariadne Hanif
4
78
5
91
6
107
8
Arief Budi P
5
95
6
113
AQ
Al baqarah
9
Audrey Reza FP
5
95
AQ
Al baqarah
AQ
Al baqarah
10
Aurellia Clarinta
4
72
5
97
6
106
11
Bintang Nabila P
4
85
6
107
6
115
12
Cahya Salsabilla
2
46
4
80
5
95
13
Danis Stiana A
4
69
5
91
6
107
14
Devinta Aristia
3
66
5
103
6
109
15
Faramadina B.
3
58
4
78
5
101
16
Farid Nur R
5
89
5
103
6
107
17
Hafid Wicaksono
6
112
6
125
AQ
Al baqarah
18
Isnan Hammam
5
87
5
105
6
107
19
Jaya Ridia
3
58
4
83
5
95
20
M. Arifin Adzikri
5
87
5
105
AQ
Al baqarah
21
M. Fauzan N
5
90
5
105
AQ
Al baqarah
22
Mutia Galuh D
5
104
6
118
6
124
23
Nadya Challista
4
82
6
109
6
120
24
Nury Salsabila F
5
88
JUS
AMMA
AQ
Al baqarah
25
Rifqy Ali A
4
86
6
110
AQ
Al baqarah
26
Salim Zaki Aflah
5
89
6
123
AQ
Al baqarah
27
Sendi Isnu S
4
85
5
95
6
106
28
Umi Latifah YS.
4
78
6
119
AQ
Al baqarah

Dari tabel diatas kita bisa lihat, anak - anak yang tidak tuntas kemampuan iqro’nya dari 15 anak  setelah diadakan program remidial iqro’ intrakurikuler ternyata hanya tinggal 3 anak saja. Jadi bisa dikatakan 12 anak bisa tuntas kemampuan iqro’nya setelah diadakan remidial selama 4 bulan (Bulan Februari sd. Juni 2014) dengan jumlah pengampu 2 guru.
Adapun 3 anak yang belum tuntas tersebut diharapkan di klas 4 bisa mengejar ketinggalannya. Dan ternyata keberhasilan program remidial tak akan berhasil tanpa bantuan motivasi dan pendampingan anak membaca iqro’ di rumah oleh orangtua. Memang anak - anak yang belum tuntas tersebut setelah diselidik di rumah anaknya malas untuk membaca iqro’.
Saat ini, di semester 2 tahun pelajaran 2013/ 2014 saya mengajar di kelas 4C ternyata kondisinya juga hampir sama di kelas 3B terdahulu. Dari 21 anak masih belum tuntas  sebanyak 13 anak. Sayapun langsung mengadakan treatmen yang sama pada saat mengajar di kelas 3B. Alhamdulillah setelah 1 bulan berjalan sudah menunjukkan perkembangan yang significant. Dari 13 anak yang belum tuntas kemampuan iqro’nya sekarang tinggal 11 anak. Adapun datanya bisa dilihat melalui tabel berikut :
         Awwal smt 1           Awwal smt 2                           Tengah smt 2
           (Agt’13)                     (13 Jan’14)                              (13 Feb’14)
            sebelum program remidial                        Setelah ada program remidial
No
Nama
IQRO’
Hal.
IQRO’
Hal.
IQRO’
Hal.
1
Nabile
4
83
4
86
5
87
2
Adit
4
81
5
87
5
90
3
Delia
4
82
4
86
5
91
4
Tedy
4
81
5
90
5
97
5
Evi
5
96
5
99
6
107
6
Ainun
5
96
5
99
6
109
7
Shasa
5
94
6
106
6
114
8
Syafiq
6
110
6
113
6
117
9
Ajiid
6
107
6
114
6
123
10
Huda
5
101
6
109
6
117
11
Sendi
6
114
6
119
6
122
12
Fathan
6
114
6
118
AQ
Al baqarah
13
Dinar
6
117
6
125
AQ
Al baqarah

    Dari kasus anak di kelas 4C  ternyata juga mengalami kemiripan kecenderungan pada kasus di kelas 3B, bahwa anak - anak yang mau membaca iqro’ di rumah hasilnya lebih cepat dibandingkan anak - anak yang malas membaca iqro’ di rumah.
    Sambil berjalan programnya, semoga saja  di akhir semester 2 nanti anak - anak  di kelas 4C yang belum tuntas kemampuan membaca iqro’nya  diharapkan bisa tuntas. amiin.
                        Sragen, 22 Februari 2014
                        NOVINUR ROKHAYATI,S.Sos.

Minggu, 02 Februari 2014

HIKMAH DIBALIK SAKIT



HIKMAH DIBALIK SAKIT
Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan sunatullah dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (QS. al-Anbiyaa’: 35). Sahabat Ibnu ‘Abbas -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir al-Qur’an- menafsirkan ayat ini: “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan.” (Tafsir Ibnu Jarir). Dari ayat ini, kita tahu bahwa berbagai macam penyakit juga merupakan bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Namun di balik cobaan ini, terdapat berbagai rahasia/hikmah yang tidak dapat di nalar oleh akal manusia.

Sakit menjadi kebaikan bagi seorang muslim jika dia bersabar
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya. (HR. Muslim)
Sakit akan menghapuskan dosa
Ketahuilah wahai saudaraku, penyakit merupakan sebab pengampunan atas kesalahan-kesalahan yang pernah engkau lakukan dengan hati, pendengaran, penglihatan, lisan dan dengan seluruh anggota tubuhmu. Terkadang penyakit itu juga merupakan hukuman dari dosa yang pernah dilakukan. Sebagaimana firman Allah ta’ala, “Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. asy-Syuura: 30). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR. Muslim)
Sakit akan Membawa Keselamatan dari api neraka
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,” Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan mengahapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi. (HR. Muslim)
Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang mukmin mencaci maki penyakit yang dideritanya, menggerutu, apalagi sampai berburuk sangka pada Allah dengan musibah sakit yang dideritanya. Bergembiralah wahai saudaraku, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api Neraka.” (HR. Al Bazzar, shohih)
Sakit akan mengingatkan hamba atas kelalaiannya
Wahai saudaraku, sesungguhnya di balik penyakit dan musibah akan mengembalikan seorang hamba yang tadinya jauh dari mengingat Allah agar kembali kepada-Nya. Biasanya seseorang yang dalam keadaan sehat wal ‘afiat suka tenggelam dalam perbuatan maksiat dan mengikuti hawa nafsunya, dia sibuk dengan urusan dunia dan melalaikan Rabb-nya. Oleh karena itu, jika Allah mencobanya dengan suatu penyakit atau musibah, dia baru merasakan kelemahan, kehinaan, dan ketidakmampuan di hadapan Rabb-Nya. Dia menjadi ingat atas kelalaiannya selama ini, sehingga ia kembali pada Allah dengan penyesalan dan kepasrahan diri. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. (QS. al-An’am: 42) yaitu supaya mereka mau tunduk kepada-Ku, memurnikan ibadah kepada-Ku, dan hanya mencintai-Ku, bukan mencintai selain-Ku, dengan cara taat dan pasrah kepada-Ku. (Tafsir Ibnu Jarir)
Terdapat hikmah yang banyak di balik berbagai musibah
Wahai saudaraku, ketahuilah di balik cobaan berupa penyakit dan berbagai kesulitan lainnya, sesungguhnya di balik itu semua terdapat hikmah yang sangat banyak. Maka perhatikanlah saudaraku nasehat Ibnul Qoyyim rahimahullah berikut ini: “Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah (yang dapat kita gali, -ed). Namun akal kita sangatlah terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia di bawah sinar matahari.” (Lihat Do’a dan Wirid, Yazid bin Abdul Qodir Jawas)
Ingatlah saudaraku, cobaan dan penyakit merupakan tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan.” (HR. Tirmidzi, shohih). Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keyakinan dan kesabaran yang akan meringankan segala musibah dunia ini. Amin.
***
Penulis: Abu Hasan Putra
Artikel www.muslim.or.id